Tuesday, September 1, 2015

Pulau Sangiang

Tertanya banyak yang belum tau soal pulau yang satu ini. Termasuk saya salah satunya. Awalnya dikasih tau temen, dan sekarang akhirnya saya wujudkan ke pulau itu. Bemodal forum Backpacker Indonesia, saya cari share cosst trip ke pulau itu and yes! I found it, dengan waktu yang tepat seharga IDR 330k.

Sama seperti trip pulau di sekitar Banten, saya memulai perjalanan ini dari terminal Kampung Rambutan bertolak ke Serang. Kami turun di Simpang Tiga, Serang langsung dilanjutkan dengan angkot yang udah kami sewa ke Pelabuhan Anyer. Ya, unutk ke Pulau Sangiang ini kita harus menyebrang dari pelabuhan Anyer. Pelabuhannya bagus dan rapi, di kelola sama tentara atau polisi gitu, lupa. hehehe... Penyebrangan memakan waktu selama kurang lebuh 45 menit. Menariknya, sebelum masuk dermaga Pulau ini, kita akan disuguhi hutan bakau yang akan kita lalui, seru deh!

hutan bakau sebelum sampai dermaga


Banyak domba, ini suasana di deket dermaga
FYI, di pulau ini penduduknya cuma sedikit, malah yang saya temui kayanya kurang dari 10 rumah. Ini karena pulau Sangiang masih masuk ke wilayah konservasi, jadi ngga banyak penduduk. So, jangan heran kalo homestay disini juga dikit, yang saya lihat malah cuma ada 2.
Kami dapat homestay 2 kamar, tiap kamar diisi sekita 7-8 orang, di depan homestay kami juga ada bale-bale, jadi bisa dipake untuk tidur juga. Pilihan lain selain homestay kita bisa pake tenda, posisinya juga enak, depan pantai.... widih sedapp
Fanny dan Caca, pemandangan persis depan homestay

Day 1
Hari pertama kami habiskan dengan trekking menyusuri setiap spot indah di pulau ini, sampe kaki rasanya udah mau putus, gemeter ngga bisa jalan. Gimana ngga, jalan dari dermaga ke homestay aja ada sekitar 2 km, suasana kanan kirinya hutan, kecee. Lokasi selanjutnya setelah beberes kita langsung keliling pulau. Jalan yang kita lewati adalah pantai yang ada di belakang homestay. Bersih deh, pasir putih, penadanga indah, tapi sayang banyak sampai di pinggir pantai yang sepertinya kebawa ombak dan terdampai disitu.
Pantai di belakang homestay


Pasirnya putih bersih

Setelah menyusuri sepanjang pantai tadi, kami masih disuguhi dengan pemandangan yang ngga bakal ditemui di kota. Tebing bebatuan, kece banget buat narsis.

banyak tebing bebatuan yang bisa dipake untuk narsis
Indahnyaa
Macam lagi mendaki gunung tinggi

pemandangan dari atas tebing bambar yng sebelumnya
Keliatan ngga saya disitu?
Luar biasa...
Setelah puas berfoto ria, yang whisc is memakan waktu lumayan lama, kami melanjutkan perjalanan ke Gua Kelelwar, dimana gua ini bawahnya langsung air laut, dan katanya kalo pagi itu bisa keliatan ada hiu lagi cari makan disitu.
Gua kelelawar,
 Gua Kelelawar done, selanjutnya kami ke Saung Tungku. Apa itu? let's just check this out!
It's a hidden paradise


what do you think huh?

Puas foto foto lagi di spot ini, kami lanjut dengan langkah gontai, kaki rasanya udah lemes banget! Tapi puas dengan pemandangan yang ada. Next spot namanya Puncak Harapan. Dalam hati, harus sesuai harapan ya, kaki udah mau putus nih!

Puncak Harapan, dan sesuai harapan...

Masih di Puncak Harapan juga
 Puncak harapan ini enak banget, angin semilir kencang, ademmm banget, pemandangan oke, haaahhh rasanya butuh tidur sejenak di spot ini. zzz...


Day 2
Hari kedua, it's snorkeling time.... bukan main, senang rasanya.


That's a wrap!! See ya...

Karimun Jawa (Lagi)

Me and Faiz
Setelah gagal menyebrangi lautan untuk menuju Pulau Karimun Jawa, saya mencoba peruntungan lagi pada November 2014 silam. Kali ini tanpa kelompok, hanya bermodal beberapa kontak yang kami dapat dari internet, plus browsingan pengalaman backpacker lain di dunia maya.

Trip ini bermula ketika salah seorang teman (sebut saja Faiz) ngajakin trip keliling pulau Jawa, selama SEBULAN. Yup, sebulan! Hmmm... tawaran yang oke, tapi dilain sisi saya seorang karyawan swasta yang belum bisa kabur selama sebulan gitu aja. Kalau teman saya itu memang kebetulan baru wisuda, jadi memang lagi melepas penat. Setelah saya tanya kemana aja destinasinya, ternyata dia menyebutkan salah satunya Jepara dan Karimun Jawa. Oh, YES! Langsung aja tanpa pikir panjang langsung bilang ikut tapi cuma Karimunjawanya aja. Segera saya menghubungi beberapa teman yang bisa dan mau ikut untuk jadi teman berangkat dari Jakarta. Berhubung Faiz brangkat duluan, karena mau ke beberapa tempat sebelum menuju Jepara& Karjaw. Setelah berusaha cari temen akhirnya ketemu juga, Emi. Emi adalah salah stu travelmate yang waktu itu gagal nyebrang ke Karjaw, dan Emi juga ngajak temennya, Putri. Jadilah kami trio backpaker berhijab. hihihi.

trio backpacker berhijab.
Anyway, yang kita persiapkan kala itu hanyalah tiket kereta Jakarta-Semarang-Jakarta, tiket ferry dan travel dari Semarang menuju Pelabuhan Kartini. How come? What about homestay, snorkeling ship, meals? Dengan santainya kami bertiga ongkang-ongkang kaki ngga ngurus itu semua. Jadi, Faiz ternyata ada saudara di Jepara dan saudaranya itu punya temen orang Karjaw, so.... kita manfaatkan rumah temennya sodaranya Faiz. hahaha. Lanjut.. tiket kereta sih standar kelas ekonomi ya. Next kendaraan menuju Pelabuhan Kartini dari Semarang, kami pilih travel yang bisa cepet dan ngga pake ngetem macam bus. harga per orang 45k, nama drivernya Roki no telp 082314053172. So happy, karena cuma ada kami bertiga di travel itu. Kami dijemput jam 5 pagi, sampe jam 7, kok bisa cepet? Masya Allah, nyetirnya ngga pake rem! Seriously! Buat ferry, kami ngga mau main-main, nanti malah ngga nyebrang lagi. Jadi kami udah booking tiket ferry PP (kapal cepat Bahari Express) waktu itu harganya 125k sekali jalan (kelas VIP, FYI kelas ekonomi khusus untuk warga Jepara). Kapal express ini ngga setiap hari jalannya dan cuma ada jadwal pagi. Jadwal kami kemarin berangkat jam 9 pagi. Tiga jam perjalanan di ferry ngga berasa deh, tidur aja gitu.

Hoaaahh... finally, touched down! Pertama kali menginjakan kaki di Pulau Karimun Jawa. Dari dermaganya aja, air laut udah biruuuuu banget, emaizing! Di situ juga langsung terlihat orang-orang pulau yang mau jemput tamunya, pake papan nama kaya di bandara gitu. hihihi. Berhubung kami turis setengah penduduk, ngga ada yang jemput deh. Oh iya, total anggota kami ada 6 orang, setelah bertemu dengan rombongan Faiz dkk. Setelah menyempatkan diri foto-foto di bawah tulisan Selamat Datang di Pulau Karimun Jawa, kami langsung charter mobil bak. What? buat apa? ternyata, usut punya usut, rumah temannya sodaranya Faiz yang namanya Boni itu masih 20km lagi dari dermaga, jadilah kita kudu naik mobil lagi. Oh ya, harga sewa mobil 150k. Sepanjang perjalanan 20 km itu kami ditemani hutan dan beberapa rumah warga, di tengah-tengah perjalanan kami juga melewati airport. Yes, airport yang sekarang udah bisa dipake itu, yang armadanya Susi Air. Setelah perjalanan kurang lebih selama 30 menit, sampailah kami di pemukiman warga yang ada di dalam pulau Karjaw. Rumah disini masih enak, hampir setiap rumah punya pohon mangga plus ayunan pantai gitu. mantapp... dan seperti pada pulau pulau lainnya, disini listrik baru ada jam 6 sore sampai jam 6 pagi, dan signal baru ada kalo kita ke pinggir pantai. hmmm....

Setelah sampai, baru kita ngomongin mau ngapain aja. Hmmm agak bete sih, ternyata kapal belum tentu ada. Lalu masa kami udah sampe nyebrang tapi ngga bisa snorkeling juga. AKhirnya setelah dicari-cari, kami dapat pinjeman kapal yang bisa disewa seharga 700k. MUAHAL! Katanya sih karna kapalnya besar, dan memang betul, bisa muat sampe 20 orang, kapal nelayan. Oke, jadwal snorkeling kita adalah hari selanjutnya. Jadi, di hari itu kegiatan kami cuma tidur siang, main di pinggir pantai yang ngga bagus-bagus amat juga, makan mangga dan nongkrong di bawah pohon. End of story. Kecewa...

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, kita semua bersiap untuk snorkeling. peralatan snorkeling ternyata ada yang sewain juga, padahal bukan lokasi wisata ramai pengunjung. Harganya 30k. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kita naik kapal, dan dijanjikan akan de penangkaran hiu juga selain snorkeling. Ternyata, ada kabar buruk, entah kenapa tau tau ngga bisa ke penangkaran hiu. kecewa lagi...  Spot pertama yang entah namanya apa, kita sampai disana bersamaan dengan wisatawan yang lainnya. Baguuuusss..... sedihnya, ketika saya dapet spot bagus (mencar dari yang lain) saya ngga pegang kamera jadi ngga bisa diabadikan deh. hiks... Setelah puas di spot pertama, menurut Faiz kita mau mancing, mau cari ikan. Ini kekecewaan saya yang ke tiga, udah lama jalan dan jauh selama kurang lebih 2 jam, ternyata ngg ada ikan. WASTING TIME!! Next kami ke spot yang lainnya, ternyata ngga  bagus bagus amat. Yaudah lah yah... mau dikata apa lagi, udah sore juga, waktunya pulang.
Kapal yang ngangkut kami

Karangnya bagus, warna biru


ikannya banyak


sangking banyaknya, mau foto sampe ketutupan ikan


dari atas juga karangnya keliatan

Next day waktunya kita balik ke dermaga dan pulang. Tapi rombongan saya dan Faiz misah, karena Bahari Exress yang jemput kami itu baru datangn jam 11, sedangkan kapal Sinjai yang ditumpangi Faiz dkk jam 7. Jadilah 2 jam tersisa itu kami habiskan dengan cari-cari info seputar penginapan dan harga kapal. Saya dan Emi bertekad bakal kesini lagi! ahahah

Overall, banyakan kecewanya sih, karna banyak yang belum dikunjungin... 

Wednesday, August 5, 2015

Pulau Tunda Tanpa Harus di Tunda

Perjalanan itu ngga sebaiknya di tunda-tunda. Yap! Tanda harus ditunda-tunda, langsung aja ke Pulau Tunda. hehehe... Jangan bingung, nama pulau yang satu ini emang unik, Pulau Tunda. Pulau ini terletak di Laut Jawa, tepatnya di sebelah utara Teluk Banten. So, what makes this island special? Sebenernya, pulau ini bukan tujuan awal saya dan travelmate. Awalnya kami mau ke Pulau Sangiang yang letaknya kurang lebih sama, di Banten. Setelah cari informasi susah banget, tiba-tiba travelmate saya mencetuskan Pulau Tunda, yang katanya bagus, masih sepi, ada nemonya juga. Well, setelah browsing dan cari informasi sana sini, akhirnya kami dapet info soal pulau ini. Akhirmya kami putuskan untuk kesini.

Singkat cerita, terkumpulah 14 penantang untuk ke Pulau Tunda. Tanggal 26 Desember 2014 kami semua berkumpul di Terminal Kampung Rambutan, langsung naik Primajasa sampai Serang, which is salah! Dalam keadaan hujan, tengah malam, waktu berusaha cari angkot untuk kami sewa, ternyata angkot ngga ada yang tau dimana Dermaga Karang Antu, tempat kita harus nyebrang. Kacau dunia persilatan, kalo gini. Setelah nanyain beberapa angkot, akhirnya ada yang setuju dengan harga Rp.115.000. Padahal waktu browsing ngga sampe segitu kalo sewa angkot. Tapi ya sudah lah ya...

Sekitar pukul 3 dini hari kami sampai ke dermaga Karang Antu itu, dengan jalan yang lumayan rusak dan pake segala nyasar. Kami semua nunggu di tempat pelelangan ikan, sampai kapal sewaan kami datang. Niatnya mau nyembrang jam itu juga, tapi ternyata katanya kapal baru bisa sampe jam 5 subuh. Masih gelap, hujan gerimis membasahi kami, plus angin yang luar biasa menusuk tulang. Lebayyy... Lama penyebrangan kurang lebih 3 jam. Di tengah perjalanan hujan semakin deras dan angin semakin kencang. Tau dong rasanya naik kapal nelayan yang terombang ambing, Kapal miring kapteeennnn!! Dan ya, tepat! Kami terombang ambing tanpa kapal bisa jalan lagi. Kabut terlalu tebal dan menutup jarak pandang sang kapten. Akhirnya mau tidak mau kami harus berhenti di salah satu pulau, namanya Pulau Lima. Di pulau ini ternyata biasa dipakai untuk tempat stay kalo lagi mau diving. Pulaunya kecil, beralaskan pasir kasar dan kerang-kerang. Setelah berhenti sekitar satu jam, kami melanjutkan perjalanan. Waktu nyebrang yang sebelumnya diperkirakan hanya 3 jam, jadilah 5 jam. Kami sampai Pulau Tunda jam 10.
all crew
Benar seperti yang dikatakan orang-orang di blog mereka, bahwa pulau ini masih sepi. Jadi memang pulau ini belum menjadi destinasi wisata seperti pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu. FYI, dari pulau ini ke Pulau Tidung ternyata dekat! ngga sampe 2 jam, wew. Uniknya di pulau ini, sesampainya kita disana, langsung segerombolan kambing menyambut kami. Ya, di pulau ini banyak banget kambingnya. Satu lagi, sama seperti kebanyakan pulau kecil di Indonesia, listrik baru nyala setelah jam 6 sore sampai jam 6 besok paginya. Dan satu lagi, sinyal di pulau ini cuma ada di dermaga, jadi kalau udah masuk ke dalem-dalem perumahannya, smua gatget ngga akan ada gunanya selain untuk foto-foto atau game offline. hihihi.
Narsis mah tetep
Hari pertama kami habiskan dengan snorkeling. Dan betapa kagetnya kami, yang ngantar kami snorkeling buanyak! biasanya hanya 1 atau 2 orang, ini sampai ada 5!! Sadaaapp... Hari pertama snorkeling, kami menyambangi 3 spot. dari ketiganya, hanya spot terakhir yang paling mending. Yes, MENDING, sisanya karang-karang mati dengan ikan-ikan kecil. Penonton kecewaaaaa.....
Setelah selesai snorkeling, malam harinya kami gagal menikmati ikana bakar dan segala teman-temannya, karena katanya ikan lagi ngga ada. Udahlah kami nongkrong di dermaga sambil nyanyi-nyanyi bareng pemuda-pemuda desa yang nganter kami snorkeling. Ternyata, mereka kebanyakan bekerja atau kuliah di Jakarta, kalau weekend barulah mereka pulang. Interesting!

Biasa banget kan under waternya...

Kalo dari atas sih oke punya lah


Day 2. Sama aja, tetep dengan snorkeling. Dan... ngga jauh kecewanya, cuma masuk kategori mending! Overall, bagi saya Pulau Tunda ngga segitu bagusnya, well yaaahh masih oke Kepulauan Seribu sih.

Rekapan biaya, tiap orang habis sekitar IDR 300k, include alat snorkeling, homestay, makan, angkot dan kapal. Untuk sewa angkot yang sebenarnya adalah hanya 80k, jadi kami malam itu ditipu. Untuk contact person ada Firman (anak pulau tunda asli) 08577 5994928

But, every trip has its own challenge and beauty. I will never know being in the middle of wavy ocean if I didn't go to this island....

Friday, August 29, 2014

Pulau Bira Pilihan Keluarga


Siapa bilang kalo backpackeran cuma bisa sama temen-temen, na ah, itu cuma gossip! Buktinya saya bisa mequjudkan backapcker sama keluarga termasuk orang tua saya yang usianya udah lewat setengah abad plus ponakan yang umurnya baru 1 tahun lebih dikit. Well, oke-oke emang ngga se-simple backpackeran sama temen-teman yang notabene masih muda, energik dan ngga ribet. Backpackeran sama keluarga ini lebih banya untungnya daripada ruginya lho! Percaya deh! Nih ya, ruginya paling cuma agak cerewet dan banyak ngeluh kalo-kalo tempatnya ngga enak. Tapi untungnya, jajan ditanggung, makanan berhamburan. Hahah.... Dan untuk  pilihan lokasi liburan keluarga ini adalah Pulau Bira, salah satu Private Island di Kepulauan Seribu.

Pemandangan depan Pulau Bira
Rencana liburan ini berawal dari tante yang ngajakin buat liburan di Bira karena ada temennya yang punya travel agent nawarin dengan fasilitas yang oke. hmmm yes, it's not a real backpacker but holiday with backpack with travel agent :p. Akhirnya kita cari masa dan yang paling deket itu keluarga sendiri, akhirnya terkumpul deh 10 orang dewasa dan 1 batita. Kami harus bayar Rp. 525.000, harga yang cukup mahal kalo buat gue, tapi fasilitas lumayan oke, ini berdasarkan BBM yang dikasih, dapet mancing lah, ini lah itu lah, tapi.... nanti deh dibaca sendiri. Tapi karna denger-denger Bira itu keren dan tempat snorkeling dan hooping Island juga di sekitar pulau-pulau pribadi termasuk Pulau Macan, jadilah saya bela-belain bayar segitu. hiks...

Okay, kami langsung ketemu di tempat biasa kalo mau nyebrang ke KepSer, pom bensin Pelabuhan Muara Angke. Udah sampe dari jam 5.30, karna menurut si agent, kita harus pagi-pagi biar ngga ketinggalan kapal. Hmmmm semua juga bilang gitu tapi tetep aja jalannya jam 8-an. Tapi berhubung ortu dan keluarga gue termakan omongan tuh si agent kita jalan dari rumah jam 4!!! Behubung ada perbaikan jalan aja tuh jadi sampe jam 5.30, kalo ngga juga jam 4.30 udah sampe, sambil nyuci-nyuci kapal. -.-"

Suasana kapal hooping island
Setelah nunggu guide yang kesiangan, dan ternyata dia bukan orang pulau, saya udah mulai curiga, tapi ya sudahlah. Kami langsung menuju kapal tongkang yang biasa berisi ratusan orang dengan antri-antri dan harus meloncati kapal kapal yang ada di pinggir untuk sape ke kapal yang kita tuju. FYI keluarga saya udah mulai syok ringan suruh lompat-lompat kapal. Begitu cuss pakal jalan, saya langsung wanti-wanti semua anggota untuk tiduran aja biar ngga begitu mual. Dan yess.... satu per satu mereka tumbanng... dari 11 orang yang jalan, 7 orang diantaranya sukses mengeluarkan isi perut mereka. malah nyokap saya sampe 4 kali muntah. ckckckck. 3 jam berkelut dengan muntah, sampelah kami di Pulau Harapan, lho kok jadi Harapan!? Yes, berhubung Bura itu private island, jadi kami harus nyebrang lagi naik kapal yang nantinya digunain untuk kita snorkeling dan hooping island untuk nyebrang ke Bira, cuma sebentar sekitar 15 menit. Di dalem kapal, para orang tua langsung mendiskusikan bisa ngga pulang naik ferry, karna ngga sanggup kalo harus balik naik kapal tongkang. hahahahah

Dede bayi dan opa
Sesampainya di Bira, itu macam sebuah pulau dengan sekitar 5 bungalow yang belakangnya hutan. haha. Bungalownya..... ngga banget!! jauh lebih baik homestay yang biasa dipake di pulau-pulau lain.. Tapi saya mikir ah, cuma buat tidur, toh hari-harinya bakal abis di luar.Well, setelah makan siang, pergilah kita buat snorkeling. Kami ke 2 spot, underwater scenery cukup oke. Setelah itu lajut mampir pulau-pulau lain, kita ke gusung yang saya lupa namanya, dan itu bening dan oke punya, dilanjut ke pulau perak, pulau yang penuh pengunjung karena banyak tempat jajanan. Selesai untuk perjalanan hari pertama kita langsung pulang.






Gusung yang lupa namanya
Suasana Pulau Perak
Niat mau bobo cantik, eeehhh ternyata pada ngga bisa tidur semua, panas!! akhirnya pada ngobrol dan memutuskan besok harus pulang dengan speed boat. yeaaahhh!!! selama disubsidi mah eike seneng-seneng aja. hahaha. DItambah malem itu kita komplen ke yang punya agent, which is temen tante itu. Kita komplen mulai dari guide nya yang kurang aktif dan banyak ngga tau, ngga dapet welcome drink, ngga ada acara mancing sesuai yang dibilang dan lain lain samoe atap bocor. Dan ujung-ujungnya minta diskon, hahah emak-emak dasar! Alhasil lumayan jadi cuma 475.000. Lumayaaannn. Berhubung kami pulang naik speed boat, jadi kami masih bisa leha-leha dihari kedua, karna jadwal pulangnya lebih siang jam 14.30. Cihuyyy jalan-jalan lagi.

Dihari kedua, kami menghabiskan waktu di Pulau Harapan untuk main water sport, jajan-jajan lucu. Terus next ke Pulau Genting, salah satu private island juga yang katanya punya adik dari Prabowo. Wokeee di pulau itu, serasa sewa pulau itu pribadi, karna ngga boleh sembarangan orang kesitu, cuma yang rekanan aja yang boleh, termasuk agent kami ini. Cihuy, main di pasir putih nan bening, berenang-renang tanpa ada saingan. Puas deh pokoknya. Setelah puas, langsung deh balik ke bungalow. 
Pulau Genting

Jam 14.30 teng speed boat udah nyamper kita. Tempanya tertutup dan ber-AC plus kipas angin juga. Emang ya, ada harga ada rupa. Dengan kapal tongkang yang harganya cuma 35.000 plus muntah dibanding speed boat yang 220.000 yang mayoritas isinya bule rasanya jauuuuuuhhhh banget banget! Ini ngga berasa kaya naik kapal, cuma kaya naik mobil. Dengan waktu 1jam 30menit, sampe deh kami di dermaga 6 Marina, Ancol.

Yang penasaran sama Bira ini plus-minus vesi perjalanan saya dengan agent saya itu
+ Snorkeling oke
+ Hooping island oke
+ Kapal hooping island bagus, ada kursi dan besar. paling keren dibanding yang lain. haha
+++ Bisa mampir Pulau Genting

- Bungalow parah (rerata bungalow disana gitu) atap bocor, kamar mandi atapnya bolong, banyak nyamuk, panas, ada tikus (FYI satu pop mie kena gragot.haha)
- Makanan sering telat
- Ngga ada beberapa fasilitas seperti yang dijanjikan, tp gpp karna didiskon
- Barbecue abal-abal, masa cuma ikan kembung dibakar dan satu ikan apa tuh namanya. masa kalah sama yang di homestay-homestay biasa
- Guide kurang aktif

Well, this is my story, what's yours?

Thursday, June 12, 2014

Pahawang Price Tag

Buat yang mau bikin trip share cot atau yang mau backpacking, here I got the price list of Pahawang Island


  • Bus dari Rambutan - Merak          Rp     20.000/orang
  • Kapal Ferry                                    Rp     13.000/orang dewasa (harga anak lupa)
  • Sewa Angkot                                 Rp   900.000/unit (bisa untuk 14 orang)
  • Sewa Mobil (sebangsa avanza)     Rp   700.000/unit
  • Sewa Elf                                        Rp 1.300.000/unit (bisa untuk 14 orang)
  • Kapal selama sdi Pahawang         Rp 1.000.000/unit (kapal mesin, bisa 20-25 orang)
  • Homestay                                      Rp    500.000/rumah (bisa cukup 20 orang)
  • Makan                                          Rp      17.000/makan (tergantung ada juga yang 18.000)
  • Sewa Alat Snorkeling                  Rp       50.000/hari (2 hari jadi 90.000)
  • Masuk Pulau Kelagian Besar       Rp         3.000/orang
  • Barbeque                                      Rp    200.000 (ada 2 ikan yang guede banget)
Ini semua daftar harga sesuai yang kemarin saya pergi. Untuk kendaraan menuju Dermaga ketapang kita pilih yang paling murah, Angkot. Setiap orang ngelurin uang rata-rata 350.000. Peserta yang punya alat sendiri dan ngga ikut barbeque tinggal dikurangin aja deh. Biaya itu belum termasuk harga bus dari Jakarta-Merak dan sebaliknya.

Thank you for reading my post, see you in the next post :)

Wednesday, June 11, 2014

Take the Lead to Pahawang Island

Lead, it's a big meaningful word for me. Yes, it take big responsibility. Know it's time for me to take the responsibility. And it's about travelling....!!! yeaaahhh


Bagi yang udah beebrapa kali baca postingan saya tentang travelling, pasti sering menemukan hal yang sama, yes, it's I was part of share cost member who just follow the itinerary they've made. Dan sekarang waktunya saya yang ambil bagian untuk jadi "leader" who takes care of everything. Deg-degan pasti, exited apalagi. Well, kisah ini bermula dari saya yang ngga puas dengan itinerary ke Pulau Pahawang yang ditawarkan di share cost sebelah, selain kurang greget kok kayanya dikit baget kegiatannya. Then I discussed with some of friends then decided to make our own share cost trip. Share cost biar asik dan irit harus banyak dong orangnya. Dengan kumpulin semua temen-temen dari berbagai sumber, sampai terjadinya keluar masuk orang yang bikin kesel akhirnya jadilah 13 pelancong yang siap jalan ke destinasi kita, Pulau Pahawang.

Lalu setelah itu mulailah saya selancar internet, cari info sebanyak-banyaknya, cari kontak seluas-luasnya sampai akhirnya bertemu dengan sebuah blog yang saya juga lupa judulnya, (maaf ya mpunya blog tsb) dan cukup jelas kasih info plus ada kontak yang bisa dihubungi. Lalu singkat cerita saya berhubungan dengan Pak Arsali. Beliau yang punya homestay, yang punya kapal dan yang kasih kita makan. Well, ngga kasih sih tapi bayar, hehe. Persiapan untuk di pulau selesai, sekarang tinggal persiapan untuk menuju pulau. Jakarta-Lampung udah pasti naik bus disambung kapal ferry. Nah yang bikin bimbang adalah dari Pelabuhan Bakauheni ke Dermaga Ketapang itu, jumlah orang 13, sewa mobil biasa harus 2 unit, sewa elf mahal baget. Akhirnya saya menyerahkannya sama keadaan, liat disana aja, fuiihh..

Perjalanan Kita mulai tanggal 9 Mei 2014 dengan meeting point di Terminal Kampung Rambutan. Singkat cerita langsung naik bus sekitar jam 21.00 menuju Pelabuhan Merak dan sampe jam 01.30 (agak lupa jam sampenya). Langsung cuss naik ferry sampai Pelabuhan Bakauheni jam 05.00. Naahhh ini dia yang bikin deg-deg seerrr, seperti yang udah dibilang sebelumnya urusan mobel menuju dermaga saya serahkan sama keadaan, sampe sana langsung dong para supir travel ngerubungin kita nanya-nanya dengan bar-barnya kita mau kemana. Saya dan salah satu temen coba nanya elf, mereka kasih harga 1,3 huiiih mahal. Kita hakirnya diskusi sambil ditungguin itu supir travel yang galak akhirnya kita memutuskan untuk sewa angkot dengan harga 800. Perjalanan ditempuh selama 3 jam daaaaannnnn saat udah dikiiiittt lagi sampe angkotnya MOGOK! dan tau akhirnya nasib kita gimana? Ber-13 orang kita naik mobil APV, kebayang ngga tuh ditumpuknya kaya apa, untung cuma 5 menit.

Nunggu angkot mogok tetep narsis
Akhirnya setelah 5 menit jadi karung beras yang ditumpuk-tumpuk, kita sampe di Dermaga Ketapang dan langsung disambut oleh Pak Arsali untuk pertama kalinya. Sesuai jadwal kita ngga langsung ke homestay, tapi langsung snorkeling, jadi sebelum naik kapal, kita ganti-ganti baju dulu. Destinasi spot snorkeling kita ada 3, Pulau Balak, Pulau Tanjung Putus dan Pulau Klagian Kecil. Main air kita kebut satu hari karna masih memang mau dihabisin satu hari aja, biar besoknya sampai jakarta ngga kemaleman. Under Water di semua spot itu bagus-bagus, banyak ikan dan karangnya, ada juga ubur-ubur dan yang paling oke kita bisa liat ikan nemo yang gede! Happy pokoknya! 


Setelah habis spot snorkeling itu, kita main air sebentar di Pulau Pahawang Kecil sebelum nanti kita singga istirahat di Pulau Pahawang Besar. Di Pulau Pahawang Kecil ada penginapan di atas air gitu yang katanya punya orang Prancis, tapi itu pribadi jadi ngga disewain. Pemandangan di sekitar pahawang kecil juga keren banget, sayang airnya lagi pasang, kalau ngga nanti ada gundukan pasir yang bisa menghubungan pahawang kecil dan pahawang besar, kereeennnn.

Selesai kita main-main hari pertama, dan sampe di homestay jam 17.00 langsung buru-buru mandi dan selesaikan utang sama yang Maha Kuasa a.k.a Sholat. Kegiatan malam hari di Pulau Pahawang cukup unik, listrik cuma ada mulai dari jam 18.00 sampai jam 06.00 pagi. Jadi kita semua berebutan cari colokan untuk ngecas-ngecas semua barang elektronik. Malam hari kita habiskan dengan main uno dan santap ikan bakar Ikan yang kita makana namanya ikan Macan dan itu guedenya minta ampun kaya bayi baru lahir tapi dagengnya uenak! Ngga banyak lagi yang dilakukan kita intirahat deh buat kegiatan esok hari.

Besoknya bangun deh pagi-pgi untuk nikmatin sunrise, tapi ngga semua pada nikmatin, soalnya pada telat sih, tapi untungnya saya bisa nikmatin dan bisa narsis-narsis ketika spon sunruse itu masih sepi. 

Setelah ribet foto-foto, lanjut kita ribet beres-beres soalnya jam 6.00 kita mau cuss jalan lagu untuk nikmati sisa-siwa waktu di pulau itu. Sedihnya ada sepasang sendal anggota kita yang ilang, akhirnya cuma bisa diganti sendal jepit sama yang punya rumah, hiks. Hari kedua lebih kita titik beratkan sama main-main di pantai, foto-foto dan keliling dari satu pulau ke pulau lain, antara lain kita ke pulau Klagian dimana disana aga grup share cost yang saya ngga jadi ikut, mereka memang mau nenda disana. Well foto-fotonya juga keren-keren, hamparan pasir putih dan perpaduan laut biru nya bikin mata aduuuuuhhh ngga mau lepas.


Selesai urusan kita main-main, langsung balik ke Dermaga Ketapang dan selesaikan urusan bayar-membayar. Seneng bisa kerjasama sama Pak Arsali, baik orangnya, asik buat diminta ini itu, haha dan okelah pokoknya. Jam 10.00 tepat kendaraan yang udah kita sewa itu nyamperin lai, huft untung bukan APV itu. Kita juga sempet beli oleh-oleh buat orang dirumah. FYI ini pertama kalinya saya backpacking bawa oleh-oleh sampe orang rumah aja bilang "tumben". hahaha

Kesimpulanya, Pulau Pahawang ini oke untuk snorkeling, santai-santai dan okelah pokoknya! Don't worry rincian biaya bakal ada di next post

Thank you for reading my post, see ya in the next post!! :)